Memang pada kenyataannya saat ini, kata "pacaran" sepertinya sudah diaggap lumrah untuk menuju jenjang pernikahan. Bahkan cara yang di ridhai Allah entah taaruf atau melamar langsung bertemu orangtuanya tanpa melalui yang namanya pacaran pun pada zaman sekarang diaggap seperti lelucon. Bak orang asing , ketika kita mengikuti anjuran Allah dan rasulnya diaggap kebiasaan yang abnormal. Sebagaian besar malah teman - teman kita menertawakan kita ketika kita ber-taaruf ataupun cara syar'i lainnya. Dan memang saya pun merasakan sendiri sebagian besar dari teman - teman saya yang lebih menghalalkan pacaran untuk menuju jenjang pernikahan ini. Tentu bukan saya menyalahkan teman - teman yang pacaran ya karena itu pilihan :)
Bahkan tidak jarang ketika kita memang berniat memperbaiki diri dalam kesendirian hendak memantaskan diri untuk pendamping hidup kita kelak namun pada kenyataannya kita malah ditertawakan seperti "betah amat broo nge-jomblo? susah move on ya?" atau "lu kurang apa bro? wajah oke, kepribadian oke tapi jombs? " dan masih banyak celotehan - celotehan lainnya. Namun tak jarang juga ketika kita berkunjung ke suatu tempat melihat di sekeliling kita hampir sebagian besar pasangan yang sedang berpacaran. Lalu kita merasa sedih dengan keadaan seperti ini? Ya enggalah broo, Tenang aja Allah sudah mempersiapkan seseorang yang terbaik untuk kita. Malah seharusnya banyak bersyukur, kita tidak terjebak ke lembah perzinahan.. Nauzubillah mindzalik.. Kalau memang serius, ya datangi orangtuanya broo.. Pacaran? buang - buang waktu, mending upgrade skill pribadi mempersiapkan yang terbaik hehe.. Masih mau pacaran atau pasangan yang baik dunia akhirat? kalo mau baik dunia akhirat ya tentu ga sembarang cara broo dapetinnya contohnya pacaran. Dan yakinlah semua itu akan indah pada waktunya :)
Yaa memang pada saat ini layaknya bolak baliknya zaman. Yang benar diaggap sesuatu yang aneh, dan yang salah diaggap lumrah.. duuh.. Lalu kenapa harus bersyukur ketika merasa terasingkan seperti ini? Sebagaimana sabda Rasullullah SAW: “Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing.” (HR Muslim). Yaa memang mungkin diantara kita saat ini merasakan di posisi orang asing tersebut. Semoga tetap dapat istiqomah yaa.. Dan terakhir , sungguh video dari saudari Fathani Yasmin sangat menginspirasi saya pribadi.. semoga dapat menginspirasi teman - teman semua :)

0 comments:
Post a Comment