Content

Rumah sajak

Friday, 2 September 2016 0 comments
Dan pada akhirnya,hanya pena yang setia
 menuntunmu kembali ke singgahsana dimana kertas itu berada.

Singgahsana dimana huruf – huruf rindu sering tersesat. 
Lalu  dalam diam, ku mulai menyusun semuanya menjadi rumah sajak 
berdindingkan jarak yang entah dimana ujungnya.

Kemudian dirimu jauh tersesat, 
lalu terjatuh dalam jurang angan – angan, kepasrahan dan keikhlasan.

Dentingan waktu pun seakan tak kuasa menjawab, 
selain berucap ‘maaf’




check this out :):
Read more »

klise dan hutan arbey

Friday, 8 July 2016 0 comments
Read more »

kamuflase diantara dua dimensi

0 comments

Tiba lah dirimu akan berada pada dimensi 
diantara ruang ambang batas kepasrahan dan munajat doa.
rasa yang berkamuflase layaknya terkubur di perut bumi,
namun sesungguhnya ia terbang indah di langit bersanding indah bersama untaian doa.

mengkonversi kilaunya siang menjadi gulitanya malam,
menghidupkan lalu mematikan,
mempertemukan hingga memisahkan siapa saja yg Dia kehendaki,
tentu itu hal yg sangat mudah bagi Allah.
Apalagi hanya sekedar mengubah rasa yang Rabbku titipkan ini, duh .

Yaa muqallibul kuluub, wahai dzat yang membolak-balikan hati .
Karena bagaimanapun bisa jadi hari ini ku begitu hebat menjaga semuanya,
namun bisa jadi di esok hari ku menjadi pribadi yang sangat lemah. 
Wallahu'alam bisshawab..
Read more »

Diantara skripsi, jarak, dan penantian

Wednesday, 11 May 2016 0 comments

Di tengah riuhnya bising kendaraan di pagi hari, 
Sembari di temani merdunya kicauan burung kenari.
Berbisik cerita penuh intuisi, 
Jeda waktu diantara skripsi, jarak, dan imajinasi.


Kemudian sejenak terdiam mengikuti untaian melodi, 
Lalu berjalan beberapa tapak ke depan menembus ruang dimensi.
Tak heran jika dilema pun membumi,  seakan membunuh batas gravitasi.
Meluluhlantahkan apa yang terlintas di benak sang roma.


Memasang ikat kepala untuk melanjutkan studi?
ataukah mengibarkan bendera perjuangan untuk mengais rezeki?
Tak dipungkiri ketika dihadapkan dengan dua pilihan yang keduanya sama baiknya.
Bagaikan satu waktu ketika dirimu diharuskan memilih diantara bidadari ataukah cinderella.


Menuntut ilmu di negeri seberang?
Itu secerca impian sejak lama.
Berjuang mengadu nasib demi mencari sebulir padi?
Ah, itu memang sudah keharusan.


Lantas?
ya, saat ini aku hanya mampu terdiam membisu lalu hanyut bersama bayangan skripsi.
Hingga nanti tiba saatnya, jawaban sang illahi turun bersamaan dengan hadirnya bidadari.
Ditemani indahnya senyuman pelangi disandingkan dengan bait - bait puisi ~
Read more »

Ah, indahnya.. namun,sudahlah..

Monday, 25 April 2016 0 comments



Akan ada saat dimana dirimu akan menempati ruang kosong itu..
Duduk bersama disanding dengan canda tawa ditemani indahnya singgahsana
Ah, indahnya.. namun,sudahlah. 
Maafkan diriku yang hanya mampu berimajinasi.
Apa daya ku lelaki yang fakir ilmu ini
hanya sekedar mampu mempersiapkan diri.


Biarkan Rabb-ku dengan kuasanya yang memberi keputusan
Kapan saatnya ku di izinkan bertemu dengan "ainul mardhiyah" - Nya
Entah di dunia -Nya atau di surga -Nya kelak 
Ah, indahnya.. namun,sudahlah. 
Mungkin saat ini Rabb-ku ingin agar diriku memperbaiki diri terlebih dahulu




Akan tiba saatnya ku bertamu ke rumahmu 
pertemuan yang tak terhindarkan antara diriku dengan orangtuamu
Dengan suasana sunyi penuh keheningan layaknya misteri
Sikapku dan sikapmu yang sekejap terdiam malu membisu
Lalu tersenyum manis melihat orangtua kita saling bertukar canda
Ah, indahnya.. namun,sudahlah.


Terkadang hanya dengan pena ku kuasa mengungkapkan semuanya
Rasa rindu untuk dipertemukan dalam ikatan yang halal
Hanya bait - bait doa yang mampu terpanjatkan
Kemudian tiba saatnya kita shalat bersama di 1/3 malam terakhir milik-Nya
Ah, indahnya.. namun,sudahlah.

Yakinlah, Rabb-ku akan mempertemukan kita di waktu yang tepat
Untuk sementara waktu gantikanlah canda-tawa dengan doa
Hingga pada akhirnya, 
Allah akan mempertemukan dua insan yang sama - sama mencintai-Nya
Berjalan bersama menuju surga 

Semoga dirimu dan peri - peri kecil kita kelak,
menjadi salahsatu alasan Rabb-ku untuk memasukkan diriku ke surga-Nya
Begitupun sebaliknya, sehingga kita semua dipertemukan kembali disana

Sungguh indah bukan?
Man Shabara Zhafira
:)
Read more »

Ada Apa Dengan Rumah Singgah Pecinta Al-Quran?

Sunday, 3 April 2016 0 comments
Bismillah..
Sebelum jauh menulis, diriku memang bukanlah penulis handal layaknya Tere liye. Bukan pula penyair terkenal layaknya Chairil Anwar. Tetapi satu hal yang selalu ku ingat pesan dari Imam Al-Ghazali bahwasanya 

"jika dirimu bukanlah seorang anak ulama besar, maka menulislah"

Di sisi lain, setidaknya menulis dapat membuatku mampu mengungkapkan sesuatu yang amat teramat sulit dilukiskan dengan rangkaian kata demi kata. Diriku bukanlah orang yang pandai dalam bercakap, Terlebih layaknya Mario Teguh yang sangat piawai dengan tutur katanya bahkan selalu dapat menginspirasi pendengarnya di setiap rangkaian kata yang ia utarakan. 

Baiklah, pada kesempatan kali ini diriku ingin berbagi cerita mengenai RSPQ. Sebelum jauh bercerita, mungkin akan kujelaskan sedikit apa itu RSPQ. 
      
"RSPQ (Rumah Singgah Pecinta Al-Quran)" 



Apa itu RSPQ ? Siapakah objek utama dari RSPQ?
          Secara garis besar, objek  dari RSPQ sendiri adalah anak - anak dari paud , SD, dan SMP. Visi nya kurang lebih adalah lebih menjaga pergaulan anak - anak zaman sekarang dengan menjadikan RSPQ menjadi tempat bermain serta belajar untuk mereka. Menanamkan kebiasaan - kebiasaan positif kepada mereka sejak dini. Selain itu juga kakak - kakak pengajar di RSPQ selalu berusaha menanamkan nilai - nilai aqidah islami sehingga mereka lebih terjaga dan setidaknya mengetahui mana sesuatu yang haq dan mana sesuatu yang bathil.












Lalu apa saja memang kegiatan yang dilakukan di RSPQ?
        Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menumbuhkankembangkan bakat dari anak - anak. Contoh big event nya adalah ketika hari ibu, dimana mereka dilatih sesuai bakat mereka masing - masing untuk perform di acara yang dibuat oleh kakak - kakak RSPQ untuk memperingati hari ibu. Alhasil, banyak ibu - ibu yang tersanjung dengan persembahan anak - anaknya dan tak jarang ibu yang menitikan air mata setelah melihat persembahan dari anak mereka.














Memang siapa saja pengajar dari RSPQ? 
        Ya, pengajarnya adalah mahasiswa/i universitas telkom mulai dari tingkat 1 hingga tingkat akhir. Bukankah keberhasilan suatu bangsa itu tergantung bagaimana karakter pemudanya? Maka dari itu, RSPQ ingin menjadi wadah untuk membentuk karakter positif generasi bangsa ini sedari mereka masih anak - anak. Namun selain pengajar RSPQ mengajarkan adik - adiknya, mereka juga pendapatkan development sofskill dari pengurus RSPQ. 


          Diriku pribadi sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah menuntunku untuk bertemu dan mengizinkanku untuk bergabung di keluarga RSPQ, dipertemukan dengan kakak - kakak pengajar yang hebat . Ya, orang - orang hebat yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap generasi masa depan bangsa ini. Jujur saja diriku pun mengakui, sudah cukup jarang pada zaman sekarang ini pemuda yang memiliki jiwa layaknya mereka. Tak jarang orang pun bersikap acuh dengan nasib generasi bangsa ini, terkalahkan oleh tingginya ego dalam diri. Namun diriku pun tidak ingin menyalahkan keadaan. Tidak ada yang salah disini, karena memang semua itu kembali kepada pilihan pribadi masing - masing. 

          Besar harapanku kedepannya, dari mujahid - mujahid kecil RSPQ saat ini kelak akan lahir sosok - sosok pemuda layaknya Muhammad Al-Fatih. Seorang pemuda yang sangat mulia akhlakya dengan jiwa kepemimpinan yang tak kalah baiknya juga. Jika pada saat itu sebaik  - baiknya pemimpin adalah yang mampu menaklukan konstatinopel, semoga mujahid - mujahid kecil ini kelak mampu menjadi sebaik - baiknya umat di esok hari. Selain itu, lahir pula pemudi layaknya Nusaibah binti Ka'ab. Seorang pemudi yang terkenal tangguh dan juga pemberani ketika terjadinya perang Uhud pada zaman Rasulullah SAW.  















         Jika ditanya mengenai kontribusiku saat ini, sangatlah terlampau jauh dibanding kontribusi kakak - kakak pengajar yang lain yang jauh lebih hebat. Orang - orang yang sangat hebat dalam totalitasnya, loyalitas, dan bagaimana hebatnya jiwa volunteerism pada diri mereka. Terimakasih telah mengajarkanku banyak hal. Di sisi lain, diriku menyadari bahwasanya setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan. Dan ku terus berfikir, apa sekiranya hal yang bisa ku tinggalkan untuk RSPQ setelah kepergianku kelak jika telah tiba waktunya. Karena parameter kesuksesan seseorang itu dilihat dari apa yang ia tinggalkan setelahnya.

        Di penghujung cerita, ku percaya kelak mereka akan menjadi orang yang sukses dengan bidangnya masing - masing. Semoga rangkaian memori indah mengenai RSPQ ini mampu terus terekam manis hingga masa tua kita kelak, dan mampu kita ceritakan dengan bangga kepada anak cucu kita. Mungkin cukup sekian cerita singkatku mengenai RSPQ, semoga RSPQ dapat terus bermanfaat untuk masyarakat, dan semoga semua yang telah dilakukan juga dapat menjadi salah satu alasan kelak dipertemukannya kita di surga-Nya Allah.. Aamiin.. 

Read more »

sepucuk surat untuk calon mertuaku

Sunday, 17 January 2016 0 comments




Read more »

marry your daughter

0 comments






Read more »

cinta dalam diam

Tuesday, 12 January 2016 0 comments
tiba - tiba ku teringat mengenai kisah Ali RA dan fathimah, 
Kisah romansa dua hati yang sangat inspiratif..
ketika memang keduanya mencintai seseorang dalam diam..
ya, Allah dengan kuasanya mampu menyatukan hati mereka..


hmm.. namun beginilah pada kenyataannya..
dalam diamku aku mendoakanmu... 
dalam kesunyian malamku tak lupa namamu kusebut..
 terselip indah dalam rangkaian doa..
 tanpa ada rasa harap kau pun akan mengetahuinya..


maaf jika aku lancang menyebut namamu dalam doa ku tanpa seizinmu..
karena untuk sementara waktu, cukup aku dan rabbku yang mengetahuinya.. 
tentu jika rabbku mengizinkan, kelak dirimu pun pasti akan mengetahuinya..
maafkan jika hingga saat ini, aku hanya mampu mencintaimu dalam diam..

 karena akan ada saatnya ku akan menuturkan segalanya
 Yaa, tentu kelak jika Allah telah menghalalalkan semuanya..
 ah sudahlah, ku harap dirimu pun dalam diammu meng-aminkannya :)



Read more »

Pertemuan semu..

Saturday, 9 January 2016 0 comments
Pertemuan semu.. 
iya, semuanya terlihat semu, namun.... entah mengapa terasa sungguh bermakna..
entah memang dipertemukan ataukah hanya terlalu berharap untuk dipertemukan kembali..
ku tahu setiap yang diawali dengan pertemuan pasti akan diakhiri dengan perpisahan..
tetapi apa sesingkat itu? ah, mungkin ini hanya sebuah kebetulan belaka..
masih terbayang jelas akan memori rangkaian momen bermakna itu..
namun sekali lagi, ini sungguhlah singkat..
ah. apalah diriku ini, hanya terlalu memikirkan ego yang tak menentu..
malu rasanya diri ini karena masih jauh dari kata pantas..


Hasil gambar untuk pertemuan

Lalu hari demi hari telah berlalu bersama dimensi waktu..
namun pada realitanya, ini terasa sangat menghantui..
ya benar, rasa bimbang itu selalu menghantui..
berbisik pada kenyataan bahwasanya sungguh sesuatu hal itu telah diutarakan untukku..
bimbang dengan apa yang harus kulakukan saat ini, lantas aku harus bagaimana? 
sejujurnya aku tidak dapat mengelak jika.... ya, sesuatu itu ada..
biarkan waktu yang akan mengutarakannya..
biarkan hembusan angin yang mampu menjawab semuanya..
perihal akan terlambat atau tidak, itu jauh diluar kuasa ku..
karena sungguh rasanya tidak pantas mendahului Sang "muqallibul qulubb"..
sejauh dan se-semu apapun itu kenyataannya pada saat ini, yang kutahu Allah maha mendekatkan..
Satu keyakinanku.. Doa lah yang akan menyempurnakan semuanya.. dan semua akan indah pada waktunya :)


Hasil gambar untuk indah pada waktunya




Read more »

Maaf, jika terlalu takut untuk itu...

Friday, 8 January 2016 0 comments

Malu rasanya diri ini jika diharuskan bertemu dengannya dalam keadaan yang seperti ini,
keadaan yang masih fakir ilmu, yang mungkin masih banyak mengecewakan dan sangat jauh dari harapan.
Malu rasanya diriku ini akan jauhnya angan dan kenyataan untuknya, 

diriku terlalu malu untuk banyak berharap akan dia yang menjadi inspirasiku..

Diriku hanya mampu berdoa, Semoga saja bukan kekecewaan yang akan menggelayuti hari-harinya ketika ia telah memilihku kelak, 

sebagai seseorang yang dipilihnya sebagai pelengkap tulang rusuknya sehingga kembali menjadi sempurna..

Semoga saja bukan tundukan pandangan karena fisikku tidak sesuai dengan harapannya, sungguh terlalu menyiksa, bahkan hanya untuk mengandai-andaikannya, 

Bagaimana jika nanti wajahnya tiba-tiba berkerut, saat diajaknya aku berdiskusi tentang hal yang benar-benar belum aku mengerti, hal yang benar-benar tidak terlintas satu ide pun untuk menjadi komentarku atas pernyataanmu.

Atau mungkin ketika tanpa sadar wajahnya tak lagi sumringah seperti saat pertama ia memilihku menjadi pendampingnya.

Ahh, aku terlalu takut untuk itu.
Terlalu malu dan takut untuk menjabarkan berbagai kemungkinan yang membuatku tidak sampai hitungan lima jari dari 100 angka (kriteria) calon suami idamannya.






Untuk sebuah hati di sana..
Semoga kau tahu bahwa aku tidak bisa memberimu banyak, tidak bisa menjamin sesuatu yang berlebih atau bahkan seperti Muhammad atau Ali sang calon suami dambaan kaum hawa.

Aku ingin kamu menjadi pelengkapku..
Bersama menjadikan rumah kita menjadi sedekat mungkin dengan kehangatan rumah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam..

Untuk dirimu yang entah pernah melintaskan sesosok calon yang sangat biasa seperti aku atau tidak, kuharap senyum yang bisa aku jaminkan senantiasa menemani hari2 kita, yang bisa menjadi hal berarti bagi kita.

Semoga ketidaktahuanku menjadikan kita satu simpul tali yang semakin erat dan menguatkan..
Semoga segala hal yang tidak bisa aku janjikan tetap membuatmu menjadikanku pilihan terbaikmu…
Sampai ketemu..Hingga saat kita mengalaminya bersama, kelak saat Allah memberikan tanda tangan peresmiannya..

Sungguh sejujurnya tiada kesempurnaan yang menjadi perisai diri ini, hanya kefakiran akan ilmu dan akhlak yang (karenanya) membuatku merasa malu dan takut untuk bertemu denganmu.
Semoga tiada tergambar raut penyesalan dari parasmu saat melihat kenyataan seperti apa kondisi calon suamimu ini.



Read more »

mengenal apa itu 'futur'

Thursday, 7 January 2016 0 comments
Assalamua'laykum ikhwah fillah..
         Kita semua pasti pernah berada pada fase dimana kita begitu semangat dalam beribadah. Shalat 5 waktu selalu on-time bagaikan prajurit yang sangat patuh dan disiplin kepada komandannya, Qiyamul lail tak pernah lewat ibarat tentara yang siap berperang ketika yang lain begitu tertidur lelap, Tak ada 1 hari pun tanpa shalat dhuha bahkan konsisten 12 rakaat setiap harinya, Tilawatil quran pun tidak pernah ketinggalan dengan targetan 1 day 1 juz bahkan lebih. Selain itu, puasa senin-kamis pun ruti dijalankan, dan masih banyak amalan lainnya yang dilakukan.. 

Hasil gambar untuk futur adalah

             Eittss, tapi kita juga pasti pernah berada di fase dimana semangat kita dalam beribadah tiba - tiba menurun perlahan bahkan drastis. Yang tadinya shalat selalu on time, tiba - tiba rasanya begitu berat melangkahkan kaki ke masjid. Jika sebelumnya tidak pernah terlewat qiyamul lail, tiba - tiba tidak bisa terjaga di 1/3 malam lagi bahkan terlewat hingga fajar. Yang awalnya shalat dhuha luar biasa konsisten, sekarang 2  rakaat pun terasa begitu berat melakukannya. Dan juga yang tadinya begitu konsisten tilawatil quran, baca quran bahkan membukanya pun rasanya begitu malas entah karena kesibukan yang tak berujung ataupun hal lainnya. Karena pada hakikatnya, setiap ada masa semangat pasti ada masa futur..

Hasil gambar untuk futur adalah

                 Nah, wajar kah kalo kita pernah merasakan hal seperti itu? naah kejadian atau fase seperti itu biasa disebut futur. Jadi definisi futur sendiri secara bahasa artinya itu lemah. Lemah yang dimaksud itu lemah ketika sebelumnya telah bersemangat seperti menjadi malas - malasan, jadi sering menunda-nunda, dsb. Secara istilah, futur adalah keadaan lemahnya iman atau turunnya iman seseorang. 

Hasil gambar untuk futur adalah

              Namun futur sendiri adalah sesuatu yang wajar, biasa, manusiawi dan pasti setiap orang pernah mengalaminya. Sebagaimana sabda Rasullullah SAW, “Setiap amal itu ada masa-masa semangat dan setiap masa-masa semangat ada masa futur. Barangsiapa yang masa futurnya tetap dalam sunnah, maka dia telah mendapat hidayah (beruntung). Namun barangsiapa yang masa futurnya membawa kepada selain sunnah, maka dia telah celaka.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad, 2/158-188, Shahih Al-Jami’ As-Shaghir, no. 2147).

Hasil gambar untuk futur adalah
           Nah, kalo kita sedang berada di fase futur, apa yang harus kita lakukan? ya sesuai anjuran Rasulullah SAW, harus tetap pada sunahnya. Misal, tiba - tiba rasa malas datang untuk membaca Al-quran, ya kita bisa ganti dengan amalan dzikir. Jika tiba - tiba malas melakukan puasa sunnah, kita ganti dengan lebih sering membantu oranglain, Jika tiba - tiba sulit qiyamul lail ya kita ganti dengan sedekah. Itu semua hanyalah sedikit contoh gambaran yang dapat dilakukan ketika kita berada di fase futur.

Hasil gambar untuk futur adalah
          Dan diakhir penulis ingin menyampaikan, sesuatu yang ditakutkan adalah ketika kita tutup usia dalam keadaan futur. Karena sungguh amal seseorang itu tergantung kesudahannya sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
“Sesungguhnya seorang hamba itu ada yang melakukan amalan ahli neraka padahal ia termasuk ahli surga, dan ada pula yang mengamalkan amalan ahli surga padahal ia termasuk ahli neraka. Sesungguhnya amal itu tergantung pada kesudahannya.” (HR. Bukhari). 
Semoga artikel ini dapat sama - sama saling mengingatkan khususnya untuk penulis sendiri. Semoga bermanfaat, tentu penulis sendiri masih penuh keterbatasan ilmu, mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan.. Wassalamua'alaykum wr wb..

Hasil gambar untuk futur adalah
Read more »

Untukmu yang sedang merasa terasingkan..

Wednesday, 6 January 2016 0 comments


   
  

             Memang pada kenyataannya saat ini, kata "pacaran" sepertinya sudah diaggap lumrah untuk menuju jenjang pernikahan. Bahkan cara yang di ridhai Allah entah taaruf atau melamar langsung bertemu orangtuanya tanpa melalui yang namanya pacaran pun pada zaman sekarang diaggap seperti lelucon. Bak orang asing , ketika kita mengikuti anjuran Allah dan rasulnya diaggap kebiasaan yang abnormal. Sebagaian besar malah teman - teman kita menertawakan kita ketika kita ber-taaruf ataupun cara syar'i lainnya. Dan memang saya pun merasakan sendiri sebagian besar dari teman - teman saya yang lebih menghalalkan pacaran untuk menuju jenjang pernikahan ini. Tentu bukan saya menyalahkan teman - teman yang pacaran ya karena itu pilihan :)
Hasil gambar untuk no khalwat

         Bahkan tidak jarang ketika kita memang berniat memperbaiki diri dalam kesendirian hendak memantaskan diri untuk pendamping hidup kita kelak namun pada kenyataannya kita malah ditertawakan seperti "betah amat broo nge-jomblo? susah move on ya?" atau "lu kurang apa bro? wajah oke, kepribadian oke tapi jombs? "  dan masih banyak celotehan - celotehan lainnya. Namun tak jarang juga ketika kita berkunjung ke suatu tempat melihat di sekeliling kita hampir sebagian besar pasangan yang sedang berpacaran. Lalu kita merasa sedih dengan keadaan seperti ini? Ya enggalah broo, Tenang aja Allah sudah mempersiapkan seseorang yang terbaik untuk kita. Malah seharusnya banyak bersyukur, kita tidak terjebak ke lembah perzinahan.. Nauzubillah mindzalik.. Kalau memang serius, ya datangi orangtuanya broo.. Pacaran? buang - buang waktu, mending upgrade skill pribadi mempersiapkan yang terbaik hehe.. Masih mau pacaran atau pasangan yang baik dunia akhirat? kalo mau baik dunia akhirat ya tentu ga sembarang cara broo dapetinnya contohnya pacaran. Dan yakinlah semua itu akan indah pada waktunya :)   

Hasil gambar untuk terasing dalam sepi 

          Yaa memang pada saat ini layaknya bolak baliknya zaman. Yang benar diaggap sesuatu yang aneh, dan yang salah diaggap lumrah.. duuh..  Lalu kenapa harus bersyukur ketika merasa terasingkan seperti ini? Sebagaimana sabda Rasullullah SAW: “Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing.” (HR Muslim). Yaa memang mungkin diantara kita saat ini merasakan di posisi orang asing tersebut. Semoga tetap dapat istiqomah yaa.. Dan terakhir , sungguh video dari saudari Fathani Yasmin sangat menginspirasi saya pribadi.. semoga dapat menginspirasi teman - teman semua :)



Read more »