Akan ada saat dimana dirimu akan menempati ruang kosong itu..
Duduk bersama disanding dengan canda tawa ditemani indahnya singgahsana
Ah, indahnya.. namun,sudahlah.
Maafkan diriku yang hanya mampu berimajinasi.
Apa daya ku lelaki yang fakir ilmu ini
hanya sekedar mampu mempersiapkan diri.
hanya sekedar mampu mempersiapkan diri.
Biarkan Rabb-ku dengan kuasanya yang memberi keputusan
Kapan saatnya ku di izinkan bertemu dengan "ainul mardhiyah" - Nya
Entah di dunia -Nya atau di surga -Nya kelak
Ah, indahnya.. namun,sudahlah.
Mungkin saat ini Rabb-ku ingin agar diriku memperbaiki diri terlebih dahulu

Akan tiba saatnya ku bertamu ke rumahmu
pertemuan yang tak terhindarkan antara diriku dengan orangtuamu
pertemuan yang tak terhindarkan antara diriku dengan orangtuamu
Dengan suasana sunyi penuh keheningan layaknya misteri
Sikapku dan sikapmu yang sekejap terdiam malu membisu
Lalu tersenyum manis melihat orangtua kita saling bertukar canda
Ah, indahnya.. namun,sudahlah.
Terkadang hanya dengan pena ku kuasa mengungkapkan semuanya
Rasa rindu untuk dipertemukan dalam ikatan yang halal
Hanya bait - bait doa yang mampu terpanjatkan
Kemudian tiba saatnya kita shalat bersama di 1/3 malam terakhir milik-Nya
Ah, indahnya.. namun,sudahlah.
Yakinlah, Rabb-ku akan mempertemukan kita di waktu yang tepat
Untuk sementara waktu gantikanlah canda-tawa dengan doa
Hingga pada akhirnya,
Hingga pada akhirnya,
Allah akan mempertemukan dua insan yang sama - sama mencintai-Nya
Berjalan bersama menuju surga
Semoga dirimu dan peri - peri kecil kita kelak,
menjadi salahsatu alasan Rabb-ku untuk memasukkan diriku ke surga-Nya
Begitupun sebaliknya, sehingga kita semua dipertemukan kembali disana
Sungguh indah bukan?
Man Shabara Zhafira
Berjalan bersama menuju surga
Semoga dirimu dan peri - peri kecil kita kelak,
menjadi salahsatu alasan Rabb-ku untuk memasukkan diriku ke surga-Nya
Begitupun sebaliknya, sehingga kita semua dipertemukan kembali disana
Sungguh indah bukan?
Man Shabara Zhafira
:)

