Bismillah..
Memang siapa saja pengajar dari RSPQ?
Diriku pribadi sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah menuntunku untuk bertemu dan mengizinkanku untuk bergabung di keluarga RSPQ, dipertemukan dengan kakak - kakak pengajar yang hebat . Ya, orang - orang hebat yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap generasi masa depan bangsa ini. Jujur saja diriku pun mengakui, sudah cukup jarang pada zaman sekarang ini pemuda yang memiliki jiwa layaknya mereka. Tak jarang orang pun bersikap acuh dengan nasib generasi bangsa ini, terkalahkan oleh tingginya ego dalam diri. Namun diriku pun tidak ingin menyalahkan keadaan. Tidak ada yang salah disini, karena memang semua itu kembali kepada pilihan pribadi masing - masing.
Besar harapanku kedepannya, dari mujahid - mujahid kecil RSPQ saat ini kelak akan lahir sosok - sosok pemuda layaknya Muhammad Al-Fatih. Seorang pemuda yang sangat mulia akhlakya dengan jiwa kepemimpinan yang tak kalah baiknya juga. Jika pada saat itu sebaik - baiknya pemimpin adalah yang mampu menaklukan konstatinopel, semoga mujahid - mujahid kecil ini kelak mampu menjadi sebaik - baiknya umat di esok hari. Selain itu, lahir pula pemudi layaknya Nusaibah binti Ka'ab. Seorang pemudi yang terkenal tangguh dan juga pemberani ketika terjadinya perang Uhud pada zaman Rasulullah SAW.
Jika ditanya mengenai kontribusiku saat ini, sangatlah terlampau jauh dibanding kontribusi kakak - kakak pengajar yang lain yang jauh lebih hebat. Orang - orang yang sangat hebat dalam totalitasnya, loyalitas, dan bagaimana hebatnya jiwa volunteerism pada diri mereka. Terimakasih telah mengajarkanku banyak hal. Di sisi lain, diriku menyadari bahwasanya setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan. Dan ku terus berfikir, apa sekiranya hal yang bisa ku tinggalkan untuk RSPQ setelah kepergianku kelak jika telah tiba waktunya. Karena parameter kesuksesan seseorang itu dilihat dari apa yang ia tinggalkan setelahnya.
Di penghujung cerita, ku percaya kelak mereka akan menjadi orang yang sukses dengan bidangnya masing - masing. Semoga rangkaian memori indah mengenai RSPQ ini mampu terus terekam manis hingga masa tua kita kelak, dan mampu kita ceritakan dengan bangga kepada anak cucu kita. Mungkin cukup sekian cerita singkatku mengenai RSPQ, semoga RSPQ dapat terus bermanfaat untuk masyarakat, dan semoga semua yang telah dilakukan juga dapat menjadi salah satu alasan kelak dipertemukannya kita di surga-Nya Allah.. Aamiin..
Sebelum jauh menulis, diriku memang bukanlah penulis handal layaknya Tere liye. Bukan pula penyair terkenal layaknya Chairil Anwar. Tetapi satu hal yang selalu ku ingat pesan dari Imam Al-Ghazali bahwasanya
"jika dirimu bukanlah seorang anak ulama besar, maka menulislah"
Di sisi lain, setidaknya menulis dapat membuatku mampu mengungkapkan sesuatu yang amat teramat sulit dilukiskan dengan rangkaian kata demi kata. Diriku bukanlah orang yang pandai dalam bercakap, Terlebih layaknya Mario Teguh yang sangat piawai dengan tutur katanya bahkan selalu dapat menginspirasi pendengarnya di setiap rangkaian kata yang ia utarakan.
Baiklah, pada kesempatan kali ini diriku ingin berbagi cerita mengenai RSPQ. Sebelum jauh bercerita, mungkin akan kujelaskan sedikit apa itu RSPQ.
"RSPQ (Rumah Singgah Pecinta Al-Quran)"
Apa itu RSPQ ? Siapakah objek utama dari RSPQ?
Secara garis besar, objek dari RSPQ sendiri adalah anak - anak dari paud , SD, dan SMP. Visi nya kurang lebih adalah lebih menjaga pergaulan anak - anak zaman sekarang dengan menjadikan RSPQ menjadi tempat bermain serta belajar untuk mereka. Menanamkan kebiasaan - kebiasaan positif kepada mereka sejak dini. Selain itu juga kakak - kakak pengajar di RSPQ selalu berusaha menanamkan nilai - nilai aqidah islami sehingga mereka lebih terjaga dan setidaknya mengetahui mana sesuatu yang haq dan mana sesuatu yang bathil.

Lalu apa saja memang kegiatan yang dilakukan di RSPQ?
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah menumbuhkankembangkan bakat dari anak - anak. Contoh big event nya adalah ketika hari ibu, dimana mereka dilatih sesuai bakat mereka masing - masing untuk perform di acara yang dibuat oleh kakak - kakak RSPQ untuk memperingati hari ibu. Alhasil, banyak ibu - ibu yang tersanjung dengan persembahan anak - anaknya dan tak jarang ibu yang menitikan air mata setelah melihat persembahan dari anak mereka.
Memang siapa saja pengajar dari RSPQ?
Ya, pengajarnya adalah mahasiswa/i universitas telkom mulai dari tingkat 1 hingga tingkat akhir. Bukankah keberhasilan suatu bangsa itu tergantung bagaimana karakter pemudanya? Maka dari itu, RSPQ ingin menjadi wadah untuk membentuk karakter positif generasi bangsa ini sedari mereka masih anak - anak. Namun selain pengajar RSPQ mengajarkan adik - adiknya, mereka juga pendapatkan development sofskill dari pengurus RSPQ.


Diriku pribadi sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah menuntunku untuk bertemu dan mengizinkanku untuk bergabung di keluarga RSPQ, dipertemukan dengan kakak - kakak pengajar yang hebat . Ya, orang - orang hebat yang memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap generasi masa depan bangsa ini. Jujur saja diriku pun mengakui, sudah cukup jarang pada zaman sekarang ini pemuda yang memiliki jiwa layaknya mereka. Tak jarang orang pun bersikap acuh dengan nasib generasi bangsa ini, terkalahkan oleh tingginya ego dalam diri. Namun diriku pun tidak ingin menyalahkan keadaan. Tidak ada yang salah disini, karena memang semua itu kembali kepada pilihan pribadi masing - masing.
Besar harapanku kedepannya, dari mujahid - mujahid kecil RSPQ saat ini kelak akan lahir sosok - sosok pemuda layaknya Muhammad Al-Fatih. Seorang pemuda yang sangat mulia akhlakya dengan jiwa kepemimpinan yang tak kalah baiknya juga. Jika pada saat itu sebaik - baiknya pemimpin adalah yang mampu menaklukan konstatinopel, semoga mujahid - mujahid kecil ini kelak mampu menjadi sebaik - baiknya umat di esok hari. Selain itu, lahir pula pemudi layaknya Nusaibah binti Ka'ab. Seorang pemudi yang terkenal tangguh dan juga pemberani ketika terjadinya perang Uhud pada zaman Rasulullah SAW.
Jika ditanya mengenai kontribusiku saat ini, sangatlah terlampau jauh dibanding kontribusi kakak - kakak pengajar yang lain yang jauh lebih hebat. Orang - orang yang sangat hebat dalam totalitasnya, loyalitas, dan bagaimana hebatnya jiwa volunteerism pada diri mereka. Terimakasih telah mengajarkanku banyak hal. Di sisi lain, diriku menyadari bahwasanya setiap pertemuan itu pasti ada perpisahan. Dan ku terus berfikir, apa sekiranya hal yang bisa ku tinggalkan untuk RSPQ setelah kepergianku kelak jika telah tiba waktunya. Karena parameter kesuksesan seseorang itu dilihat dari apa yang ia tinggalkan setelahnya.
Di penghujung cerita, ku percaya kelak mereka akan menjadi orang yang sukses dengan bidangnya masing - masing. Semoga rangkaian memori indah mengenai RSPQ ini mampu terus terekam manis hingga masa tua kita kelak, dan mampu kita ceritakan dengan bangga kepada anak cucu kita. Mungkin cukup sekian cerita singkatku mengenai RSPQ, semoga RSPQ dapat terus bermanfaat untuk masyarakat, dan semoga semua yang telah dilakukan juga dapat menjadi salah satu alasan kelak dipertemukannya kita di surga-Nya Allah.. Aamiin..

0 comments:
Post a Comment