Assalamua'laykum ikhwah fillah..


Mungkin kita sebagai manusia biasa pasti pernah merasakan pengharapkan yang begitu tinggi dari diri seseorang. Yayaya.. itu memang fitrah kita sebagai manusia pada umumnya. Ada yang salah kah? tentu tidak. Semua itu tergantung masing - masing pribadi kita dalam menyikapinya. Namun ketika kita mengharapkan seseorang mungkin yaa..mungkin.. yang ada di fikiran kita ya sebagian besar hanya seseorang tersebut. Hari demi hari kita makin terlena dengan perasaan tersebut. Pernah mengalami seperti hal tersebut? Tentu kembali lagi ke diri masing - masing bagaimana menyikapinya.
Mungkin dirimu merasakan fase dimana ketika yang ditunggu tak kunjung datang. Betapa kerasnya dirimu memperjuangkan seseorang dan yang dirimu dapatkan hanyalah rasa lelah yang tak berujung. Tentu secara menusiawi menunggu itu sesuatu yang membosankan, menunggu itu ada batasnya hingga terkadang dirimu bertemu dengan titik yang sering kita sebut keputus-asaan. Dimana ketika semua yang kamu perjuangkan terasa tidak dihargai lagi , dan pada akhirnya dirimu mengambil keputusan untuk meninggalkan semuanya,
Namun sebelum jauh melangkah, ingatlah perkataan dari imam syafi'i bahwasanya "Ketika hatimu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya". Masya Allah, semoga perkataan dari imam syafi'i dapat menjadi pengingat untuk semua . Ketika kita mungkin pernah merasakan pengharapan yang begitu berlebihan kepada diri seseorang, Astaftagfirullah..
Ikhwah fillah, sebaik-baiknya pengharapan adalah dengan memperbaiki diri semaksimal mungkin hingga akan tiba saatnya masa indah itu akan tiba. Dan tentunya doa pun merupakan senjata terbaik, "Yaa muqallibul qulubb" karena Allah lah yang maha membolak-balikan hati hambanya. Bisa jadi, masa depanmu adalah seseorang yang namanya selalu dirimu sebutkan dalam doamu. Namun pula kamu tidak bisa menyangkal jika ternyata masa depanmu adalah orang yang sering menyebut namamu dalam doanya. Biarkanlah Allah dengan kuasanya yang menentukan siapa yang terbaik untuk kita. Yuk terus memperbaiki diri dan memantaskan diri, In syaa Allah, Allah akan mencarikan yang terbaik untuk kita :)

0 comments:
Post a Comment