Content

miss expectation?

Thursday, 31 December 2015 0 comments
Assalamua'laykum ikhwah fillah..


           Mungkin kita sebagai manusia biasa pasti pernah merasakan pengharapkan yang begitu tinggi dari diri seseorang. Yayaya.. itu memang fitrah kita sebagai manusia pada umumnya. Ada yang salah kah? tentu tidak. Semua itu tergantung masing - masing pribadi kita dalam menyikapinya. Namun ketika kita mengharapkan seseorang mungkin yaa..mungkin.. yang ada di fikiran kita ya sebagian besar hanya seseorang tersebut. Hari demi hari kita makin terlena dengan perasaan tersebut. Pernah mengalami seperti hal tersebut? Tentu kembali lagi ke diri masing - masing bagaimana menyikapinya.


Hasil gambar untuk you me


          Mungkin dirimu merasakan fase dimana ketika yang ditunggu tak kunjung datang. Betapa kerasnya dirimu memperjuangkan seseorang dan yang dirimu dapatkan hanyalah rasa lelah yang tak berujung. Tentu secara menusiawi menunggu itu sesuatu yang membosankan, menunggu itu ada batasnya hingga terkadang dirimu bertemu dengan titik yang sering kita sebut keputus-asaan. Dimana ketika semua yang kamu perjuangkan terasa tidak dihargai lagi , dan pada akhirnya dirimu mengambil keputusan untuk meninggalkan semuanya,

    
        Namun sebelum jauh melangkah, ingatlah perkataan dari imam syafi'i bahwasanya "Ketika hatimu berharap kepada seseorang maka Allah timpakan ke atas kamu pedihnya sebuah pengharapan, supaya kamu mengetahui bahwa Allah sangat mencemburui hati yang berharap selain dia. Maka Allah menghalangimu dari perkara tersebut agar kamu kembali berharap kepada-Nya". Masya Allah, semoga perkataan dari imam syafi'i dapat menjadi pengingat untuk semua . Ketika kita mungkin pernah merasakan pengharapan yang begitu berlebihan kepada diri seseorang, Astaftagfirullah..


    
        Ikhwah fillah, sebaik-baiknya pengharapan adalah dengan memperbaiki diri semaksimal mungkin hingga akan tiba saatnya masa indah itu akan tiba. Dan tentunya doa pun merupakan senjata terbaik, "Yaa muqallibul qulubb" karena Allah lah yang maha membolak-balikan hati hambanya. Bisa jadi, masa depanmu adalah seseorang yang namanya selalu dirimu sebutkan dalam doamu. Namun pula kamu tidak bisa menyangkal jika ternyata masa depanmu adalah orang yang sering menyebut namamu dalam doanya. Biarkanlah Allah dengan kuasanya yang menentukan siapa yang terbaik untuk kita. Yuk terus memperbaiki diri dan memantaskan diri, In syaa Allah, Allah akan mencarikan yang terbaik untuk kita :)
Read more »

Tata cara menuju pernikahan dalam islam

Friday, 26 June 2015 0 comments
Assalamu'alaykum ikhwah fillah..

Pernikahan adalah suatu hal yang sakral untuk semua umat muslim. Tentu kita tidak bisa asal memilih perihal pendamping hidup. 

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya; oleh karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa."

dilain hal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda :
“Wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan karena agamanya dan pilihlah karena agamanya, niscaya kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu)
Tentu untuk ikhwan sendiri menyegerakan pernikahan adalah baik adanya agar terhindar dari fitnah wanita. Yang mana banyak sekali permasalahan saat ini, karena wanita seorang laki-laki menjadi gila harta bahkan sampai murtad.. nauzubillah minzalik..
lantas bagaimana dengan akhwat sendiri?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)


Kali ini ana mau bahas sedikit mengenai prosedur yang di halalkan oleh Islam dalam mencari jodoh..
Secara umum ada 2 cara:

A.Cara yang pertama, yaitu cara dengan bertukar CV/biodata. Apa saja langkah-langkahnya?

1. membuat CV/biodata diri
   Layaknya CV pada lamaran kerja, CV ini bertujuan untuk mengenalkan informasi mengenai diri kita kepada calon pendamping kita. Tentu kita tidak sendiri dalam proses ini. Ada mediator yang memang menyediakan jasa untuk bertukar CV ini. Setelah itu, mediator akan mencarikan CV yang sesuai dengan kriteria pendamping hidup

2.Taaruf langsung kedua belah pihak
 Setelah menemukan kecocokan antara kedua belah pihak dengan kriteria masing-masing, maka mereka dipertemukan secara langsung tentu ditemani dengan mediator. Mediator disini bisa melalui murobbi/murobbiah masing-masing pihak. Disini kedua belah pihak diperkenankan bertanya hingga muncul keyakinan dengan calon tsb. Ini juga merupakan gerbang dimana akan ada keputusan apakah proses taaruf akan dilanjutkan atau tidak. Kedua belah pihak akan diminta keputusannya. Proses akan dilanjutkan jika kedua belah pihak setuju untuk melanjutkan

3. Taaruf dengan keluarga
Tahap ketiga adalah taaruf dengan pihak keluarga, yaitu tahapan dimana kita bisa keluarga calon pendamping lebih dalam, begitupun sebaliknya. Pada tahap ini pun tentu keluarga kita ataupun keluarga calon akan memiliki berbagai pendapat mengenai diri kita ataupun calon pasangan kita. Untuk waktu taaruf antar keluarga ini bervariasi waktunya. Terkadang ada yang 3-6 bulan atau bahkan lebih tergantung masing-masing keluaga kedua belah pihak. Jika keluarga kedua belah pihak sudah menemukan kecocokan dan sama-sama setuju, maka proses taaruf dapat dilanjutkan. Namun boleh juga salah satu pihak menolak untuk melanjutkan jika mungkin ada ketidakcocokan dengan keluarga calon atau mungkin dengan calon itu sendiri, maka proses taaruf pun tidak dilanjutkan.

4. Khitbah
Tahap keempat adalah khitbah, khitbah adalalah proses lamaran yang merupakan proses lanjutan jika keluarga kedua belah pihak udah sama-sama setuju dan yakin dengan calon anaknya. Namun jika tiba-tiba setelah khitbah ada muncul keraguan, maka salah satu pihak masih bisa membatalkan proses menuju tahap yang selanjutnya. Tetapi jika kedua keluarga semakin yakin, Maka setelah tahap ini, yakni tahap terakhir yakni akad nikah.. Barakallah...

lumayan panjang kan yaa cara dengan bertukar CV hehehe..





B.Cara yang kedua adalah dengan melamar langsung calon pendamping hidup

  Tentu bukan seperti yang terjadi pada saat ini dimana pacaran dinilai sebagai cara yang layak dalam menikahi seseorang. Padahal jelas-jelas pacaran di haramkan dalam islam. Trus gimana dong caranya?

  jadi gini, ketika kita sudah mampu kemudian melihat sosok ikhwan/akhwat yang mana sesuai dengan kriteria pendamping hidup kita, maka ajaklah ia untuk menikah dengan kita. Semisal kalian adalah ADK(Aktifis Dakwah Kampus), begitu pun calon pendamping yang kita inginkan tadi. Maka kita dapat menghubungi murobbi/murobbiahnya. Atau jika kedua belah pihak bukan ADK, kita dapat menghubungi calon secara langsung dapat melalui media sosial, sms , dll. Setelah itu langsung hubungi orangtuanya. Inget ya, ga ada proses pacaran dan khalwat disini ikhwah fillah.. 
Tentu ini bukan hal yang main-main. Banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menuju jenjang yang lebih serius ini. 

  lalu ketika memang sang calon menyetujuinya, kita bisa langsung menjalani proses taaruf dengan keluarga calon tersebut. Agar muncul kedekatan antara keluarga kita dan keluarganya. Setelah memang nanti kedua belah pihak setuju, barulah nanti menuju proses khitbah dan barulah menuju akad nikah.

 intinya ketika memang ada seseorang yang ingin serius kepada kita atau kita ingin serius dengannya, maka ajaklah menikah bukan mengajak pacaran mengajak menuju perzinahan.. nauzubillah minzalik..  
maka dari itu, disini penulis mengajak ikhwah fillah bersama-sama memantaskan diri. walau bagaimana pun, jodoh itu cerminan diri kita ikhwah fillah. Teruslah memperbaiki diri dan memantaskan diri agar jodoh kita pun sesuai dengan kriteria yang kita inginkan. Jika memang belum siap menikah, maka berpuasalah sebagaimana sabda Rasulullah SAW..

mungkin hanya sedikit yang dapat penulis sampaikan.. Semoga bermanfaat dan dapat memotivasi teman-teman untuk meninggalkan "pacaran". Mohon maaf, mungkin masih banyak kekurangan dalam tulisan penulis disini. Akhirul kalam, wassalamu'alaykum wr wb..


Read more »

Popular Posts