Content

Pertemuan semu..

Saturday, 9 January 2016 0 comments
Pertemuan semu.. 
iya, semuanya terlihat semu, namun.... entah mengapa terasa sungguh bermakna..
entah memang dipertemukan ataukah hanya terlalu berharap untuk dipertemukan kembali..
ku tahu setiap yang diawali dengan pertemuan pasti akan diakhiri dengan perpisahan..
tetapi apa sesingkat itu? ah, mungkin ini hanya sebuah kebetulan belaka..
masih terbayang jelas akan memori rangkaian momen bermakna itu..
namun sekali lagi, ini sungguhlah singkat..
ah. apalah diriku ini, hanya terlalu memikirkan ego yang tak menentu..
malu rasanya diri ini karena masih jauh dari kata pantas..


Hasil gambar untuk pertemuan

Lalu hari demi hari telah berlalu bersama dimensi waktu..
namun pada realitanya, ini terasa sangat menghantui..
ya benar, rasa bimbang itu selalu menghantui..
berbisik pada kenyataan bahwasanya sungguh sesuatu hal itu telah diutarakan untukku..
bimbang dengan apa yang harus kulakukan saat ini, lantas aku harus bagaimana? 
sejujurnya aku tidak dapat mengelak jika.... ya, sesuatu itu ada..
biarkan waktu yang akan mengutarakannya..
biarkan hembusan angin yang mampu menjawab semuanya..
perihal akan terlambat atau tidak, itu jauh diluar kuasa ku..
karena sungguh rasanya tidak pantas mendahului Sang "muqallibul qulubb"..
sejauh dan se-semu apapun itu kenyataannya pada saat ini, yang kutahu Allah maha mendekatkan..
Satu keyakinanku.. Doa lah yang akan menyempurnakan semuanya.. dan semua akan indah pada waktunya :)


Hasil gambar untuk indah pada waktunya




Read more »

Maaf, jika terlalu takut untuk itu...

Friday, 8 January 2016 0 comments

Malu rasanya diri ini jika diharuskan bertemu dengannya dalam keadaan yang seperti ini,
keadaan yang masih fakir ilmu, yang mungkin masih banyak mengecewakan dan sangat jauh dari harapan.
Malu rasanya diriku ini akan jauhnya angan dan kenyataan untuknya, 

diriku terlalu malu untuk banyak berharap akan dia yang menjadi inspirasiku..

Diriku hanya mampu berdoa, Semoga saja bukan kekecewaan yang akan menggelayuti hari-harinya ketika ia telah memilihku kelak, 

sebagai seseorang yang dipilihnya sebagai pelengkap tulang rusuknya sehingga kembali menjadi sempurna..

Semoga saja bukan tundukan pandangan karena fisikku tidak sesuai dengan harapannya, sungguh terlalu menyiksa, bahkan hanya untuk mengandai-andaikannya, 

Bagaimana jika nanti wajahnya tiba-tiba berkerut, saat diajaknya aku berdiskusi tentang hal yang benar-benar belum aku mengerti, hal yang benar-benar tidak terlintas satu ide pun untuk menjadi komentarku atas pernyataanmu.

Atau mungkin ketika tanpa sadar wajahnya tak lagi sumringah seperti saat pertama ia memilihku menjadi pendampingnya.

Ahh, aku terlalu takut untuk itu.
Terlalu malu dan takut untuk menjabarkan berbagai kemungkinan yang membuatku tidak sampai hitungan lima jari dari 100 angka (kriteria) calon suami idamannya.






Untuk sebuah hati di sana..
Semoga kau tahu bahwa aku tidak bisa memberimu banyak, tidak bisa menjamin sesuatu yang berlebih atau bahkan seperti Muhammad atau Ali sang calon suami dambaan kaum hawa.

Aku ingin kamu menjadi pelengkapku..
Bersama menjadikan rumah kita menjadi sedekat mungkin dengan kehangatan rumah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam..

Untuk dirimu yang entah pernah melintaskan sesosok calon yang sangat biasa seperti aku atau tidak, kuharap senyum yang bisa aku jaminkan senantiasa menemani hari2 kita, yang bisa menjadi hal berarti bagi kita.

Semoga ketidaktahuanku menjadikan kita satu simpul tali yang semakin erat dan menguatkan..
Semoga segala hal yang tidak bisa aku janjikan tetap membuatmu menjadikanku pilihan terbaikmu…
Sampai ketemu..Hingga saat kita mengalaminya bersama, kelak saat Allah memberikan tanda tangan peresmiannya..

Sungguh sejujurnya tiada kesempurnaan yang menjadi perisai diri ini, hanya kefakiran akan ilmu dan akhlak yang (karenanya) membuatku merasa malu dan takut untuk bertemu denganmu.
Semoga tiada tergambar raut penyesalan dari parasmu saat melihat kenyataan seperti apa kondisi calon suamimu ini.



Read more »

mengenal apa itu 'futur'

Thursday, 7 January 2016 0 comments
Assalamua'laykum ikhwah fillah..
         Kita semua pasti pernah berada pada fase dimana kita begitu semangat dalam beribadah. Shalat 5 waktu selalu on-time bagaikan prajurit yang sangat patuh dan disiplin kepada komandannya, Qiyamul lail tak pernah lewat ibarat tentara yang siap berperang ketika yang lain begitu tertidur lelap, Tak ada 1 hari pun tanpa shalat dhuha bahkan konsisten 12 rakaat setiap harinya, Tilawatil quran pun tidak pernah ketinggalan dengan targetan 1 day 1 juz bahkan lebih. Selain itu, puasa senin-kamis pun ruti dijalankan, dan masih banyak amalan lainnya yang dilakukan.. 

Hasil gambar untuk futur adalah

             Eittss, tapi kita juga pasti pernah berada di fase dimana semangat kita dalam beribadah tiba - tiba menurun perlahan bahkan drastis. Yang tadinya shalat selalu on time, tiba - tiba rasanya begitu berat melangkahkan kaki ke masjid. Jika sebelumnya tidak pernah terlewat qiyamul lail, tiba - tiba tidak bisa terjaga di 1/3 malam lagi bahkan terlewat hingga fajar. Yang awalnya shalat dhuha luar biasa konsisten, sekarang 2  rakaat pun terasa begitu berat melakukannya. Dan juga yang tadinya begitu konsisten tilawatil quran, baca quran bahkan membukanya pun rasanya begitu malas entah karena kesibukan yang tak berujung ataupun hal lainnya. Karena pada hakikatnya, setiap ada masa semangat pasti ada masa futur..

Hasil gambar untuk futur adalah

                 Nah, wajar kah kalo kita pernah merasakan hal seperti itu? naah kejadian atau fase seperti itu biasa disebut futur. Jadi definisi futur sendiri secara bahasa artinya itu lemah. Lemah yang dimaksud itu lemah ketika sebelumnya telah bersemangat seperti menjadi malas - malasan, jadi sering menunda-nunda, dsb. Secara istilah, futur adalah keadaan lemahnya iman atau turunnya iman seseorang. 

Hasil gambar untuk futur adalah

              Namun futur sendiri adalah sesuatu yang wajar, biasa, manusiawi dan pasti setiap orang pernah mengalaminya. Sebagaimana sabda Rasullullah SAW, “Setiap amal itu ada masa-masa semangat dan setiap masa-masa semangat ada masa futur. Barangsiapa yang masa futurnya tetap dalam sunnah, maka dia telah mendapat hidayah (beruntung). Namun barangsiapa yang masa futurnya membawa kepada selain sunnah, maka dia telah celaka.” (Hadits Shahih riwayat Ahmad, 2/158-188, Shahih Al-Jami’ As-Shaghir, no. 2147).

Hasil gambar untuk futur adalah
           Nah, kalo kita sedang berada di fase futur, apa yang harus kita lakukan? ya sesuai anjuran Rasulullah SAW, harus tetap pada sunahnya. Misal, tiba - tiba rasa malas datang untuk membaca Al-quran, ya kita bisa ganti dengan amalan dzikir. Jika tiba - tiba malas melakukan puasa sunnah, kita ganti dengan lebih sering membantu oranglain, Jika tiba - tiba sulit qiyamul lail ya kita ganti dengan sedekah. Itu semua hanyalah sedikit contoh gambaran yang dapat dilakukan ketika kita berada di fase futur.

Hasil gambar untuk futur adalah
          Dan diakhir penulis ingin menyampaikan, sesuatu yang ditakutkan adalah ketika kita tutup usia dalam keadaan futur. Karena sungguh amal seseorang itu tergantung kesudahannya sebagaimana sabda Rasulullah SAW,
“Sesungguhnya seorang hamba itu ada yang melakukan amalan ahli neraka padahal ia termasuk ahli surga, dan ada pula yang mengamalkan amalan ahli surga padahal ia termasuk ahli neraka. Sesungguhnya amal itu tergantung pada kesudahannya.” (HR. Bukhari). 
Semoga artikel ini dapat sama - sama saling mengingatkan khususnya untuk penulis sendiri. Semoga bermanfaat, tentu penulis sendiri masih penuh keterbatasan ilmu, mohon maaf bila terdapat banyak kesalahan.. Wassalamua'alaykum wr wb..

Hasil gambar untuk futur adalah
Read more »

Untukmu yang sedang merasa terasingkan..

Wednesday, 6 January 2016 0 comments


   
  

             Memang pada kenyataannya saat ini, kata "pacaran" sepertinya sudah diaggap lumrah untuk menuju jenjang pernikahan. Bahkan cara yang di ridhai Allah entah taaruf atau melamar langsung bertemu orangtuanya tanpa melalui yang namanya pacaran pun pada zaman sekarang diaggap seperti lelucon. Bak orang asing , ketika kita mengikuti anjuran Allah dan rasulnya diaggap kebiasaan yang abnormal. Sebagaian besar malah teman - teman kita menertawakan kita ketika kita ber-taaruf ataupun cara syar'i lainnya. Dan memang saya pun merasakan sendiri sebagian besar dari teman - teman saya yang lebih menghalalkan pacaran untuk menuju jenjang pernikahan ini. Tentu bukan saya menyalahkan teman - teman yang pacaran ya karena itu pilihan :)
Hasil gambar untuk no khalwat

         Bahkan tidak jarang ketika kita memang berniat memperbaiki diri dalam kesendirian hendak memantaskan diri untuk pendamping hidup kita kelak namun pada kenyataannya kita malah ditertawakan seperti "betah amat broo nge-jomblo? susah move on ya?" atau "lu kurang apa bro? wajah oke, kepribadian oke tapi jombs? "  dan masih banyak celotehan - celotehan lainnya. Namun tak jarang juga ketika kita berkunjung ke suatu tempat melihat di sekeliling kita hampir sebagian besar pasangan yang sedang berpacaran. Lalu kita merasa sedih dengan keadaan seperti ini? Ya enggalah broo, Tenang aja Allah sudah mempersiapkan seseorang yang terbaik untuk kita. Malah seharusnya banyak bersyukur, kita tidak terjebak ke lembah perzinahan.. Nauzubillah mindzalik.. Kalau memang serius, ya datangi orangtuanya broo.. Pacaran? buang - buang waktu, mending upgrade skill pribadi mempersiapkan yang terbaik hehe.. Masih mau pacaran atau pasangan yang baik dunia akhirat? kalo mau baik dunia akhirat ya tentu ga sembarang cara broo dapetinnya contohnya pacaran. Dan yakinlah semua itu akan indah pada waktunya :)   

Hasil gambar untuk terasing dalam sepi 

          Yaa memang pada saat ini layaknya bolak baliknya zaman. Yang benar diaggap sesuatu yang aneh, dan yang salah diaggap lumrah.. duuh..  Lalu kenapa harus bersyukur ketika merasa terasingkan seperti ini? Sebagaimana sabda Rasullullah SAW: “Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka thuuba (beruntunglah) orang-orang yang asing.” (HR Muslim). Yaa memang mungkin diantara kita saat ini merasakan di posisi orang asing tersebut. Semoga tetap dapat istiqomah yaa.. Dan terakhir , sungguh video dari saudari Fathani Yasmin sangat menginspirasi saya pribadi.. semoga dapat menginspirasi teman - teman semua :)



Read more »

Popular Posts