Content
Diantara Goresan pena dan baris kerinduan
Click this text to watch video :)
untukmu yang sedang berjuang.
Mimpi bukanlahh sekedar imajinasi yang lantas kau tinggali.
Serangkai kisah bersajak lirih.
Kemudian pena pun muai menari tiada henti.
Untukmu yang sedang berjuang.
Lihatlah senyuman sang mentari pagi ini.
Bercengkrama bersama embun pagi dan lumbung padi.
Kemudian senja pun datang menghampiri.
Jarak kembali menjadi saksi.
Layaknya ia menenggalamkan matahari.
Diantara goresan pena dan baris kerinduan.
ketidaktahuanku
click this text to watch full video
Malu rasanya diri ini jika diharuskan bertemu dengannya dalam keadaan yang seperti ini,
keadaan yang masih fakir ilmu, yang mungkin masih banyak mengecewakan dan sangat jauh dari harapan.
Malu rasanya diriku ini akan jauhnya angan dan kenyataan untuknya,
diriku terlalu malu untuk banyak berharap akan dia yang menjadi inspirasiku..
Diriku hanya mampu berdoa, Semoga saja bukan kekecewaan yang akan menggelayuti hari-harinya ketika ia telah memilihku kelak,
sebagai seseorang yang dipilihnya sebagai pelengkap tulang rusuknya sehingga kembali menjadi sempurna..
Semoga saja bukan tundukan pandangan karena fisikku tidak sesuai dengan harapannya, sungguh terlalu menyiksa, bahkan hanya untuk mengandai-andaikannya,
Bagaimana jika nanti wajahnya tiba-tiba berkerut, saat diajaknya aku berdiskusi tentang hal yang benar-benar belum aku mengerti,
Atau mungkin ketika tanpa sadar wajahnya tak lagi sumringah seperti saat pertama ia memilihku menjadi pendampingnya.
Ahh, aku terlalu takut untuk itu.
Semoga ketidaktahuanku menjadikan kita satu simpul tali yang semakin erat dan menguatkan..
Semoga segala hal yang tidak bisa aku janjikan tetap membuatmu menjadikanku pilihan terbaikmu…
Sampai ketemu..Hingga saat kita mengalaminya bersama, kelak saat Allah memberikan tanda tangan peresmiannya..




