Content

Rumah sajak

Friday, 2 September 2016
Dan pada akhirnya,hanya pena yang setia
 menuntunmu kembali ke singgahsana dimana kertas itu berada.

Singgahsana dimana huruf – huruf rindu sering tersesat. 
Lalu  dalam diam, ku mulai menyusun semuanya menjadi rumah sajak 
berdindingkan jarak yang entah dimana ujungnya.

Kemudian dirimu jauh tersesat, 
lalu terjatuh dalam jurang angan – angan, kepasrahan dan keikhlasan.

Dentingan waktu pun seakan tak kuasa menjawab, 
selain berucap ‘maaf’




check this out :):

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts