Assalamu'alaykum..wr..wb
Pada hari ini, tepatnya 5 November 2017, komunitas Ketimbang Ngemis Karawang (KNK) memiliki 2 agenda untuk menemui 2 solia (sosok mulia) yakni abah Amin dan abah Katim. Siapakah sosok beliau sebenarnya? In syaa Allah akan saya coba bahas satu persatu disini.
Pada hari ini, tepatnya 5 November 2017, komunitas Ketimbang Ngemis Karawang (KNK) memiliki 2 agenda untuk menemui 2 solia (sosok mulia) yakni abah Amin dan abah Katim. Siapakah sosok beliau sebenarnya? In syaa Allah akan saya coba bahas satu persatu disini.
Baik saya akan coba jelaskan. Usia beliau sudah tidak muda lagi, dan beliau (maaf) sempat terkena penyakit katarak, namun Alhamdulillah berkat amanah, doa dan sumbangsih teman – teman & donatur melalui komunitas Ketimbang Ngemis Karawang, beliau baru saja melakukan operasi kataraknya dan saat ini sedang dalam tahap pemulihan. Dan yang membuat hati ini terenyuh adalah ketika beliau mengutarakan keinginannya untuk dapat membaca dengan jelas Al-quran. Allahu akbar..
"Disini diriku merasa tertampar,
yang terkadang masih melewatkan hari berlalu begitu saja tanpa membaca
Al-quran. Alasan sibuk dengan pekerjaan, lelah dalam beraktifitas, ahh 1001
alasan. Padahal hakikatnya tilawah quran itu meluangkan waktu untuk membaca
bukan membaca quran di waktu luang."
Baik itu tadi hanya intermezzo
sedikit hehe
Lanjut, kemudian setelah bertemu
dengan abah katim, dari komunitas Ketimbang Ngemis Karawang berdialog sedikit
dengan abah katim. Lalu menanyakan sudah laku berapa mainan yang terjual,
alhasil abah katim menjawab, “Alhamdulillah sudah 10 mainan hari ini dari 50
mainan yang dibawa”. Kami pun sontak mengucapkan hamdalah dan turut senang
dagangan abah katim sudah terjual 20 persennya. Kemudian setelah sampai kurang
lebih sekitar jam 10an, kami mengajak abah katim untuk pulang dan mengajarkan
kami bagaimana cara membuat mainan tersebut.


Ternyata jarak dari tempat abah
katim berdagang dengan rumahnya cukup jauh, kurang lebih sekitar 2KM. Abah
katim biasa melalui rute itu dengan berjalan kaki. Padahal kondisi penglihatan
abah juga masih belum pulih betul dan mengingat usia abah katim yang sudah
cukup berumur, tentu jarak 2KM itu sangatlah melelahkan. Dan perlu
digarisbawahi bahwasanya beliau hanya berjualan barang dagangannya di hari
sabtu dan minggu saja mengingat usia nya yang sudah tak lagi muda.
"Ya Disini lagi-lagi diriku merasa
tertegur ketika melihat abah katim memikul barang dagangannya dalam satu plastik
besar, baru laku 10 buah saja namun beliau sudah sangat bersyukur. Ya , memang benar
terkadang diri ini seringkali kufur akan nikmat yang Allah berikan, serta rasa
tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Qadarullah, lagi – lagi diriku
banyak belajar dari abah Katim akan pentingnya qanaah dalam hidup."
Duh, maafkan lagi – lagi intermezzo
hehe
Baik, sesampainya di rumah abah
katim, beliau langsung mengambil sebuah kresek hitam. Dan ternyata itu adalah
bahan utama mainan tersebut. Dan ternyata itu adalah sebuah asahan untuk
mencetak tubuh laba – laba dan tanah liat biasa. Luar biasa, ini diluar dugaan kami karena bahan yang beliau gunakan sebagian besar benda daur ulang yang
mudah kita dapatkan di sekitar kita. Namun beliau begitu kreatif mengolahnya
menjadi sesuatu yang bernilai. Dan disini kami mulai diajarkan beliau bagaimana
cara membuat mainan tersebut. Ternyata tidaklah mudah, jika baru saja
mencobanya mungkin bentuk laba – labanya tidak sebaik buatan abah katim hehe
Di akhir cerita ini ku banyak mengambil pelajaran diantaranya ketika orang – orang lain disana berlomba – lomba menjadi pengemis ataupun meminta – minta belas kasihan oranglain padahal orang tersebut masih mampu melakukan hal selain itu, namun tidak untuk Abah Katim. Karena pada dasarnya, rezeki semua orang itu sudah ada yang mengatur. Tinggal bagaimana cara kita menjemputnya dan mensyukurinya.
Bila teman – teman bertemu abah
Katim ataupun sosok seperti abah Katim, belilah barang dagangannya semampu
kita. Mungkin uang yang kita keluarkan terasa kecil untuk kita, namun tidak
untuk mereka. Oh iya, bagi rekan – rekan yang mungkin ingin membeli dagangan abah katim atau berbagi sebagian rezeki kepada abah Katim, teman – teman dapat menemui beliau setiap sabtu dan minggu pagi di Karang Pawitan in syaa Allah.
"Dan memang, Terkadang kita perlu
menjadi orang yang pura – pura membutuhkan. Bukan karena memang butuh, mungkin
lebih tepatnya memposisikan diri kita pada posisi mereka dan juga refleksi rasa
syukur kita kepada yang Maha Kuasa."
Mungkin cukup sekian mengenai
cerita singkat sosok Abah Katim semoga dapat menginspirasi teman – teman sekalian.
Mengenai sosok abah Amin , in syaa Allah akan saya bahas di post berikutnya.
Mohon maaf bila banyak khilaf dan kesalahan kata, walau bagaimana pun penulis
hanyalah seorang manusia biasa yang belum baik namun masih berproses untuk
menjadi orang baik.
Wassalamu’alaykum..Wr.wb



0 comments:
Post a Comment