Content

Kisah sebentar bersama Orientasi Relawan

Monday, 2 October 2017
Izinkan pada kesempatan kali ini saya berbagi ke teman sejawat sekalian mengenai ilmu yang saya dapatkan dari pak Rafi, mas Doni, dan kang Uut di Orientasi Relawan Karawang kemarin, karena terlalu ego rasanya jikalau saya menyimpan ilmu yang begitu bermanfaat ini sendirian. 
Semoga menginspirasi :)

----------------------------------------------------------------



Sesungguhnya setiap dari kita adalah relawan karena pada hakikatnya relawan adalah "jiwa" dan setiap manusia pasti memiliki "jiwa". Hanya saja, "jiwa" itu sendiri terbagi menjadi 2 pilihan yakni jiwa yang merelakan dirinya untuk senantiasa melakukan kebaikan atau jiwa yang rela dirinya terhanyut dalam lingkaran kemungkaran.

Perlu untuk diingat bahwasanya hidup ini bukan hanya berbicara tentang aku dan kamu, namun juga tentang mereka. Ketahuilah ketika seseorang telah mengorbankan sebagian waktunya untuk membantu kesulitan oranglain, sesungguhnya ia tlah mengundang beribu keajaiban untuk dirinya sendiri. Lantas, apa definisi sebenarnya dari kata "relawan" itu sendiri?

Relawan bukanlah seorang yang mana ia menyadari betul bahwasanya terdapat suatu masalah di sekitarnya , namun ia hanya berdiam diri dan memilih untuk menjadi penonton. Bukan pula seorang yang dengan bangganya menyatakan bahwasanya ia adalah seorang relawan hanya karena ia tlah menggunakan atribut "relawan".

Akan tetapi, relawan ialah seorang yang berpegang teguh dengan prinsipnya bahwasanya ia akan selalu ambil bagian dikala kesempatan kebaikan itu hadir. Relawan juga harus siap menjadi pioneer kebaikan untuk kalangan di sekitarnya.












Sudah menjadi sebuah keharusan untuk relawan memiliki visi dalam hidupnya. Bagaikan kapal tanpa nahkoda, jika relawan tidak memiliki visi maka ia akan terombang ambing tertelan hembusan ombak bahkan tenggelam karena tidak memiliki tujuan kemana ia akan berlabuh. 

Ketika relawan tlah memiliki visi, in syaa Allah itu akan membawanya kepada keistiqomahan dalam kebaikan serta dapat memberikan kontribusi positif untuk sekitar. Ambilah setiap kesempatan untuk berbuat kebajikan karena begitu banyak orang yang sudah meninggalkan dunia ingin 1 hari saja dikembalikan ke dunia hanya untuk melakukan kebaikan, namun tentu itu sudah tidak mungkin.

Salahsatu problematika yang terjadi saat ini adalah begitu banyak orang yang enggan menyebarkan suatu kebaikan karena takut dianggap riya sehingga ia lebih memilih diam, bahkan acuh. Bukankah menyebarkan suatu kebaikan termasuk syiar dalam islam? Bahkan pahala yang mengajak kebaikan akan dilipatgandakan sejumlah orang yang mengikuti ajakannya. Sungguh yang mengetahui isi hati riya atau tidak seseorang itu hanya dirinya dan Allah SWT saja. Jika bukan karena syiar islam, tidak mungkin rasanya hingga hari ini kita semua merasakan nikmat iman dan Islam dalam diri kita.

Di sisi lain, suatu kemungkaran yang terorganisir lebih cepat tersebar dan tak sedikit kalangan orang yang memilih untuk aktif berkomentar namun tidak menghadirkan aksi nyata untuk menghadirkan solusi dari problematika tersebut. Dan ketahuilah bahwasanya salahsatu penyebab merajalelanya kemungkaran adalah karena diamnya orang baik.

Diriku bertutur seperti ini bukan berarti diriku lebih baik dari kalian, sama sekali tidak. Akan tetapi ini adalah sebuah pengingat khususnya untuk diriku sendiri serta diriku ingin mengajak bersama - sama dengan kalian untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi dikemudian hari.





















Karawang, 1 Oktober 2017



Hamba Allah

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts